Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengapa Tanah Didominasi Warna Cokelat?

Dari angkasa, Bumi terlihat berwarna biru dan hijau. Namun, jika dilihat lebih dekat, sebagian besar permukaan tanah berwarna cokelat. Darimana warna cokelat itu berasal?

Jawabnya, terutama dari tumbuh-tumbuhan. Ketika menjadi tua dan mati, tumbuh-tumbuhan akan menjatuhkan daun dan batangnya ke permukaan Bumi. Karbon yang membentuk bagian-bagian tubuhnya akan membentuk lapisan baru dan menjadi tempat hidup bagi organisme renik.

Mikroba-mikroba yang hidup di tanah akan menguraikan bagian tumbuh-tumbuhan yang mati dengan enzym yang dimilikinya. Mereka akan memisahkan ikatan-ikatan kimia materialnya dan memotong bagian perbagian hingga mudah dicernanya.

Jasad renik yang kelaparan memproses karbon dalam jumlah besar di tanah. Bahkan, beberapa di antaranya menggunakannya untuk menyusun sel-sel tubuhnya. Meskipun demikian, tidak semuanya berhasil diproses.


"Mereka tidak mampu melakukannya 100 persen," kata Steven Allison, seorang ahli ekologi dari Universitas California, Irvine. Menurutnya, terdapat karbon yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba dan terdapat karbon yang disimpan tubuhnya.

Mikroba juga pada akhirnya mati. Karbon yang berada di tubuhnya akan bercampur dengan tanah. Selama siklusnya, pasti ada karbon yang tertinggal di tanah. Jumlahnya bertambah sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu.

Sisa makhluk hidup yang tertinggal atau disebut material humus terus bertambah selama ribuan tahun. Timbunan inilah yang memberi warna cokelat pada tanah. Karbon menyerap sebagian besar spektrum cahaya dan hanya memantulkan warna cokelat.

Meskipun demikian, tidak semua tanah berwarna cokelat. Beberapa daerah gurun nampak berwarna keputih-putihan. Tanah di Hawaii, yang kaya dengan zat besi, berwarna kemerah-merahan. Di bawah tanah yang berwarna cokelat juga terdapat tanah dengan warna lainnya.

"Jika tidak banyak kandungan karbon, tanah akan berwarna kuning, merah, atau abu-abu tergantung warna mineral yang paling banyak menyusunnya," kata Allison. Hasil pengamatannya dijelaskan lebih lanjut dalam jurnal American Naturalist edisi Juni 2006.

Post a Comment for "Mengapa Tanah Didominasi Warna Cokelat?"