Tahukah Kamu ???

Segala sesuatu yang perlu dan ingin kamu ketahui

April 22, 2006

Khasiat Obat Berbeda di Setiap Ras

Obat-obatan yang berkhasiat untuk mengobati penyakit orang Eropa belum tentu cocok bagi orang Indonesia. Setiap ras membawa sifat genetik berbeda-beda dan memberikan respon yang berbeda pula terhadap obat-obatan.

"Beberapa jenis obat hanya diuji coba pada orang-orang dari ras Kaukasia, padahal obat yang bekerja pada mereka belum tentu bekerja pada orang Indonesia," kata Profesor Sangkot Marzuki, Direktur Institut Biologi Molekuler Eijkman dalam Journalist Scientific Gathering di Jakarta, Rabu (19/4).

Hasil penelitiannya bersama para peneliti lain di Eijkman menunjukkan 15 hingga 40 persen penduduk di Indonesia memiliki allel atau kelompok gen CYP2C19. Gen tersebut membawa sifat metabolisme yang buruk (poor metabolizer) terhadap obat tertentu, misalnya diazepam, proguanil, atau amitriptyline. Penelitian ini dilakukan terhadap 5.000 sampel dari sekitar 40 populasi etnis di Indonesia.

"Artinya, tubuhnya tidak merespon obat-obatan dengan baik sehingga sebagian obat-obatan yang diminumnya akan mengendap," kata Herawati Sudoyo, salah satu peneliti lainnya. Jika konsumsi obat-obatan dilakukan dalam waktu lama, lanjut Herawati, endapannya akan bersifat toksik atau racun dalam tubuh.

Gen-gen tunggal yang membawa sifat tidak menguntungkan tersebut merupakan hasil mutasi dalam jangka panjang. Hal tersebut terjadi selama proses migrasi manusia dari nenek moyangnya di Afrika hingga ke Austronesia termasuk Indonesia.

Radiasi sinar-X, kontaminasi zat kimia, dan kondisi lingkungan adalah beberapa faktor yang menyebabkan error atau kerusakan fungsi gen. Sayangnya, sebagai cetak biru suatu makhluk hidup, gen yang terlanjur rusak akan terus diturunkan.

Itulah mengapa penguasaan mengenai farmakogenomik - hubungan obat dengan sifat genetik - menjadi sangat penting dalam proses pembuatan obat saat ini. Obat-obatan untuk setiap orang harus sesuai dengan kemampuan respon tubuhnya.

April 11, 2006

Mengapa Tanah Didominasi Warna Cokelat?

Dari angkasa, Bumi terlihat berwarna biru dan hijau. Namun, jika dilihat lebih dekat, sebagian besar permukaan tanah berwarna cokelat. Darimana warna cokelat itu berasal?

Jawabnya, terutama dari tumbuh-tumbuhan. Ketika menjadi tua dan mati, tumbuh-tumbuhan akan menjatuhkan daun dan batangnya ke permukaan Bumi. Karbon yang membentuk bagian-bagian tubuhnya akan membentuk lapisan baru dan menjadi tempat hidup bagi organisme renik.

Mikroba-mikroba yang hidup di tanah akan menguraikan bagian tumbuh-tumbuhan yang mati dengan enzym yang dimilikinya. Mereka akan memisahkan ikatan-ikatan kimia materialnya dan memotong bagian perbagian hingga mudah dicernanya.

Jasad renik yang kelaparan memproses karbon dalam jumlah besar di tanah. Bahkan, beberapa di antaranya menggunakannya untuk menyusun sel-sel tubuhnya. Meskipun demikian, tidak semuanya berhasil diproses.

"Mereka tidak mampu melakukannya 100 persen," kata Steven Allison, seorang ahli ekologi dari Universitas California, Irvine. Menurutnya, terdapat karbon yang tidak dapat diuraikan oleh mikroba dan terdapat karbon yang disimpan tubuhnya.

Mikroba juga pada akhirnya mati. Karbon yang berada di tubuhnya akan bercampur dengan tanah. Selama siklusnya, pasti ada karbon yang tertinggal di tanah. Jumlahnya bertambah sedikit demi sedikit seiring berjalannya waktu.

Sisa makhluk hidup yang tertinggal atau disebut material humus terus bertambah selama ribuan tahun. Timbunan inilah yang memberi warna cokelat pada tanah. Karbon menyerap sebagian besar spektrum cahaya dan hanya memantulkan warna cokelat.

Meskipun demikian, tidak semua tanah berwarna cokelat. Beberapa daerah gurun nampak berwarna keputih-putihan. Tanah di Hawaii, yang kaya dengan zat besi, berwarna kemerah-merahan. Di bawah tanah yang berwarna cokelat juga terdapat tanah dengan warna lainnya.

"Jika tidak banyak kandungan karbon, tanah akan berwarna kuning, merah, atau abu-abu tergantung warna mineral yang paling banyak menyusunnya," kata Allison. Hasil pengamatannya dijelaskan lebih lanjut dalam jurnal American Naturalist edisi Juni 2006.

Lem Super-kuat Dihasilkan Bakteri

Bakteri Caulobacter crescentus menggunakan perekat yang sangat kuat untuk menempel pada batu-batuan. Perekat tersebut mungkin yang paling kuat di dunia saat ini.

Daya rekat adhesifnya dapat menahan tekanan tinggi sebanding dengan gaya berat hingga tiga buah mobil. Kekuatannya sekitar tiga kali lipat lem sintetis terkuat yang ada saat ini.

Para peneliti mencoba mempelajari bagaimana hewan renik tersebut menghasilkannya. Mereka menemukan, bakteri bersel tunggal tersebut menggunakan molekul-molekul gula untuk tetap bertahan di dasar sungai, arus air, dan di dalam permukaan pipa air.

Sampai saat ini belum dapat dijelaskan bagaimana cara kerjanya. Namun, para peneliti menduga beberapa protein tertentu pasti dicampurkan ke dalam molekul-molekul gula.

"Banyak manfaat yang didapat jika gaya adhesi bekerja di lingkungan basah," kata pimpinan penelitian Yves Brun dari Universitas Indiana. Salah satunya, sebagai perekat biodegradable yang ramah lingkungan pada proses pembedahan.

"Para insinyur juga dapat membuat perekat sekuat itu," kata Brun dan koleganya. Namun, untuk membuatnya perlu terobosan untuk membuat alat dan bahan yang tepat..

Seperti permen karet, gumpalannya menempel pada apa saja. "Kami mencoba membersihkannya, namun tidak berhasil," lanjut Brun.

Hasil penelitian ini diumumkan Jumat (7/4) dan dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 11 April.

Mengapa Sebagian Lebah Terbang dengan Kaki Menggantung?

Tidak seperti pesawat yang menarik roda pendaratannya saat terbang, beberapa jenis lebah justru membiarkan kakinya menggantung. Mengapa demikian?

Penelitian menunjukkan, lebah anggrek akan mengayunkan kaki belakangnya ke depan agar kecepatan terbangnya bertambah. Perubahan posisi kakinya juga menghasilkan gaya angkat sehingga tubuhnya tetap seimbang dan tidak oleng.

"Kaki belakangnya menyerupai fungsi sayap pesawat yang mungkin dapat menjelaskan mengapa mereka dapat mengangkat tubuhnya," kata Stacey Combes dari Universitas California, Berkeley. Ini mungkin dapat mendukung temuan para peneliti sebelumnya yang berhasil menjelaskan mengapa lebah yang memiliki sayap pendek dapat mengangkat tubuhnya yang besar.

Untuk mempelajari mekanisme terbangnya lebih dekat, Combes dan koleganya memaksa lebah terbang di depan pusaran angin. Mereka menarik perhatian lebah-lebah tersebut menggunakan minyak beraroma yang disukai lebah.

Combes dan koleganya menemukan, lebah menggunakan kakinya untuk menjaga kestabilan tubuhnya saat kecepatan terbangnya bertambah. Namun, pada kecepatan tertinggi, keseimbangan tubuhnya tidak stabil meskipun kakinya telah melakukan manuver maksimum. Hal tersebut mungkin disebabkan gaya putar di sekitar kakinya.

"Mereka berputar ke salah satu sisi atau bahkan jatuh dan menabrak tanah," kata Combes. Kecepatan terbang lebah bukan dibatasi kekuatan ototnya atau seberapa cepat batas kepakan sayapnya. Namun, hal tersebut dibatasi kemampuannya mempertahankan keseimbangan saat berada pada kondisi tidak stabil.

Ayunan kakinya dapat menjaga keseimbangan tubuh saat terbang. Manuver ini mirip dengan penari es yang menekuk sikunya untuk mengatur cepat lambatnya gerakan tubuhnya saat berputar.

Dengan memahami mekanisme cara terbang lebah, para insinyur dapat mendesain mesin terabng berukuran kecil untuk menjalankan misi pengawasan. Hasil penelitian ini disampaikan dalam Annual Meeting for the Society for Experimental Biology minggu lalu.

April 07, 2006

Apple ’Ijinkan’ Windows di Mac

Mulai sekarang, para pengguna Apple tak perlu bersusah-payah mengutak-atik cara menjalankan Windows di komputernya. Apple Computer Inc. telah merilis software patch yang memungkinkan pengguna komputer Macintosh berbasis prosesor Intel menjalankan sistem operasi Windows XP.

Bernama Boot Camp, versi betanya mulai tersedia untuk diunduh sejak Rabu (5/5). Software yang juga akan dikemas secara terpadu dalam sistem operasi Mac OS X 10.5 yang dilabeli Leopard akan dirilis secara resmi pada bulan Agustus saat Konferensi Dunia Pengembang Apple.

"Saya pikir, Boot Camp justru akan membuat Mac lebih dikenal para pengguna Windows sehingga mendorong mereka untuk beralih," kata Philip Schiller, wakil presiden senior Apple untuk pemasaran produk global. Meskipun demikian, pada dasarnya Apple tidak memiliki keinginan atau rencana untuk menjual atau mendukung Windows.

Ini hanyalah upaya memenuhi keinginan banyak pelanggan yang tertarik menjalankan Windows di hardware terbaik buatan Apple, khususnya yang telah menggunakan prosesor Intel. Dengan Boot Camp, pengguna Mac berbasis Intel dapat memilih untuk menjalankan Mac OS atau Windows XP setiap kali menyalakan komputer.

Meskipun Mac OS X dilarang penggunaannya di komputer selain Apple, produsen komputer tersebut belum pernah melarang pengguna Mac menjalankan Windows di komputernya.

Banyak pengguna Mac yang antusias ketika melihat Windows dapat dijalankan di Mac. Bahkan, sampai ada kontes menjalankan XP di Mac beberapa minggu lalu. Popularitas Mac semakin terangkat sejak Apple mengumumkan rencananya beralih ke prosesor Intel.

Sejak Juni 2005, perusahaan yang berbasis di Cupertino, California itu menyatakan akan mengalihkan seluruh produk buatannya ke prosesor buatan Intel Corp. dari chip PowerPC buatan IBM. Rencananya, pada akhir 2007, seluruh lini produk Mac akan berbasis prosesor Intel. Pada bulan Januari, Apple telah merilis Mac pertama yang menggunakan prosesor Intel Core Duo.

April 03, 2006

Merokok Menurunkan Selera Makan

Mungkin banyak yang menyadari kebiasaan merokok bisa menekan nafsu makan, hal ini bisa jadi karena keasyikan kita merokok, yang membuat kita malas menambah asupan makanan untuk tubuh kita.

Kenyataan ini makin diperkuat dengan penelitian yang dilakukan para periset di Australia yang menemukan bahwa merokok bisa menekan nafsu makan, bahkan bisa membantu mereka yang ingin menurunkan berat badan tanpa bantuan obat-obat pelangsing.

Penelitian gabungan yang dilakukan peneliti Melbourne dan Sydney menemukan sebuah senyawa kimia pada otak yang dikenal sebagai neuropeptide Y (NPY), pengatur nafsu makan, terpengaruh dengan merokok.

Para peneliti meneliti tiga kelompok tikus selama sebulan, membaginya dalam kelompok yang terkena asap rokok dalam jumlah sedang, dan dua kelompok yang bebas asap rokok.

Beberapa kelompok tikus yang bebas asap diberi makanan dalam jumlah yang sama dengan kelompok tikus yang terekspos asap rokok, sementara tikus lainnya makan tanpa batasan.

Hui Chen, mahasiswa Kedokteran Universitas Melbourne dan rekan menemukan tikus yang terekspos asap rokok cenderung mengalami penurunan tingkat NPY dalam hypothalamus di otak mereka, terutama bagian otak yang merespon selera makan.

"Kita tahu sebelumnya selera makan cenderung menurun pada para perokok. Penelitian ini mencari perubahan proses kimia pada otak perokok," jelas ahli syaraf, Margaret Morris, yang memimpin penelitian ini.

"NPY secara normal berfungsi untuk meningkatkan selera makan pada otak, dan peranan NPY sangat penting sekali bagi tubuh. Namun dalam penelitian kami mendapati NPY tikus yang sering terekspos asap rokok cenderung mengalami penurunan selera makan."

"Dalam hal ini kontrol selera makan antara manusia dan tikus cenderung memiliki banyak kesamaan, karena alur kimia tikus dan manusia memiliki relevansi yang sama dalam regulasi selera makan," tambah Morris.

Namun jika paparan asap rokok mulai berkurang, selera makan akan kembali meningkat, dalam sebuah pernyataan yang dimuat di American Journal of Respiratory Critical Care Medicine.

Professor Morris, yang berbasis di Universitas NSW, mengatakan saat ini kebanyakan perokok dihadapkan pada sulitnya menghilangkan kebiasaan merokok. Sehingga otomastis kinerja NPY untuk meningkatkan selera makan masih belum bisa kembali normal.

Pharmacologist Gary Anderson, rekan Morris dari Universitas Melbourne, mengatakan penelitian ini ditujukan pada pengembangan obat yang bisa membantu perokok berhenti merokok, dengan memblok tingkat NPY-nya. Meskipun hal ini masih harus dilakukan beberapa tahun kedepan.

"Otak adalah organ yang rumit untuk menemukan sasaran obat yang tepat. Kita tidak bisa sembarangan membuat obat yang berhubungan dengan kinerja obat," tambah Morris.

Penggunaan Ponsel Meningkatkan Resiko Tumor Otak

Walau masih menjadi perdebatan sengit, namun penelitian terbaru di Swedia menyatakan bahwa penggunaan telepon selular (ponsel) dalam waktu lama bisa meningkatkan resiko munculnya tumor otak.

Tahun lalu, Dutch Health Council, dalam suatu telaah terhadap berbagai riset di seluruh dunia, tidak menemukan bukti adanya bahaya yang ditimbulkan radiasi ponsel atau pemancar televisi. Sedangkan survey selama empat tahun dari Inggris yang diumumkan Januari lalu menyatakan tidak ada hubungan antara penggunaan ponsel dengan tumor-tumor yang paling sering muncul.

Meski begitu, para peneliti dari Institut Nasional Swedia mengatakan, mereka telah meneliti penggunaan ponsel pada 905 orang berusia antara 20 dan 80 yang didiagnosa memiliki tumor otak, dan menemukan hubungan keduanya.

"Secara keseluruhan, 85 dari 905 kasus ini berkaitan dengan penggunaan ponsel dalam waktu lama," demikian ditulis dalam laporan penelitian. "Study juga menunjukkan bahwa peningkatan resiko ini lebih terlihat pada sisi kepala yang sering dipakai untuk menelpon."

Kjell Mild, pimpinan penelitian, berdasarkan studynya menyimpulkan, pengguna berat ponsel, seperti orang-orang yang melakukan panggilan telpon hingga 2.000 jam dalam hidupnya, memiliki peningkatan resiko tumor hingga 240 persen di sisi otak yang dipakai menelpon.

"Salah satu cara untuk menekan resiko itu adalah dengan menggunakan handsfree," katanya.

Perlu dijadikan catatan di sini bahwa berbagai penelitian telah dilakukan untuk mengetahui apakah penggunaan ponsel bisa meningkatkan resiko kanker. Namun hasil penelitian terbagi menjadi dua kubu. Satu menganggap pemakaian ponsel bisa meningkatkan resiko terkena tumor otak, sedang yang lain tidak melihat ada hubungan antara dua hal tersebut.

March 30, 2006

Sebuah Gunung Es Baru Tercipta di Antartika

Sebuah bongkah es berukuran sebesar sebuah kota telah terlepas dari suatu pulau di wilayah Antartika, dan menciptakan gunung es baru.

Gunung es itu berukuran lebar sekitar 12,8 kilometer dan panjang 24 kilometer. Ia terlepas dari Beting Es Fimbul, sebuah padang es raksasa di sepanjang barat daya dataran Queen Maud, di sebelah timur Laut Weddell, Antartika.

Temuan lepasnya gunung es ini diketahui sejak minggu lalu menggunakan citra satelit dari Defense Meteorological Satellite Program. National Ice Center kemudian menamakan gunung es itu sebagai D-16.

Nama-nama gunung es seperti ini biasanya merupakan turunan dari kuadran Antartika dimana mereka pertama kali terlihat.

Tahun lalu, sebuah gunung es lepas yang bernama B-15A menabrak benua dan melepaskan dua gunung es sebesar sebuah kota ke lautan bebas.

Cara Kecoa Memilih Tempat Nongkrong

Bagi kecoa kebersamaan mungkin menjadi sesuatu yang sangat penting. Saat harus mengambil keputusan, kecoa akan bersikap seperti seorang Musketeer, yang memiliki prinsip semua menjadi satu dan satu untuk semua.

Perilaku yang unik ini diperlihatkan 50 ekor anak kecoa yang dihadapkan pada tiga buah kotak yang masing-masing dapat dimasuki lebih dari 50 ekor kecoa. Seluruh kecoa ternyata memilih nongkrong di salah satu ruangan dan tidak ada yang menghiraukan ruangan lainnya.

Ketika ruangan tersebut dipersempit sehingga hanya muat 40 ekor kecoa, mereka akan membagi kelompoknya menjadi dua dengan anggota relatif sama rata, masing-masing sekitar 25 ekor kecoa. Hanya dua ruangan yang dipakai dan satu ruangan lainnya diabaikan.

Menurut pimpinan penelitian Jose Halloy dari Universite libre de Bruxelles, Belgia, langkah tersebut menguntungkan, terutama untuk mempertahankan kelangsungan hidup kelompoknya. Lebih baik ada dua kelompok yang sama kuat daripada satu kelompok yang kuat dan satu kelompok lagi lemah.

Hewan yang hidup secara berkelompok, misalnya kawanan burung, ikan, dan koloni semut, pada umumnya memperoleh manfaat dengan menjalankan gaya hidup seperti ini. Sedangkan, kecoa memanfaatkannya untuk meningkatkan keberhasilan proses reproduksinya dan berbagi sumber makanan. Tubuhnya juga terhindar dari kekeringan sebab dengan bersama-sama, kelembaban di sekitarnya dapat dijaga.

"Jika Anda pikir manfaat tersebut adalah untuk masing-masing kecoa, seharusnya mereka akan cenderung membentuk satu kelompok kuat," kata Halloy. Namun, saat kelompok terpaksa harus dibagi, akan lebih baik jika memiliki anggota sama rata untuk menjaga rata-rata jumlah anggota tetap tinggi.

"Interaksi sosial di antara kecoa terjadi secara otomatis untuk beberapa hal," kata Halloy. Lebih menarik lagi, mereka melakukan hal tersebut tanpa ada pimpinan. Keputusan ini diambil secara kolektif di antara individu. Hasil penelitian ini dimuat dalam Proceedings of the National Academy of Sciences edisi 27 Maret.

March 28, 2006

Mengenal Bawang Putih bagi Kesehatan

Bawang putih atau Allium sativum sudah menjadi bahan dapur ’wajib’ saat memasak karena aroma dan rasa yang dihasilkannya menambah sedapat setiap resep masakan.

Terlebih lagi dengan adanya berbagai penelitian yang menemukan khasiat bawang putih bagi kesehatan, menambah panjang deretan penggemar setianya.

Bila menengok ke beberapa abad lampau, manfaat bawang putih bagi masakan dan kesehatan ini ternyata sudah digunakan sejak zaman Yunani dan Romawi kuno, untuk dikonsumsi dan pengobatan. Sedangkan di dalam resep makanan Libanon, bawang putih sejak dulu digunakan sebagai resep untuk diet.

Seiring dengan berjalannya waktu, semakin banyak ditemukan khasiat bawang putih bagi kesehatan yang kemudian diuji melalui serangkaian penelitian -- baik dalam maupun luar negeri. Manfaat bawang putih antara lain sebagai pembantu penurun kadar kolesterol. Hal ini disebabkan karena adanya zat ajoene yang terkandung di dalamnya, yaitu suatu senyawa yang bersifat antikolesterol dan membantu mencegah penggumpalan darah.

Ada pula penelitian yang menemukan bahwa mengonsumsi bawang putih secara teratur -- sekitar 2-3 siung setiap hari-- dapat membantu mencegah serangan jantung. Pasalnya bawang putih ini bermanfaat membantu mengecilkan sumbatan pada arteri jantung sehingga meminimalkan terjadinya serangan.

Bawang putih juga dapat membantu menghindari kanker yang dibuktikan melalui penelitian yang dilakukan oleh University of Minnesota. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa risiko terkena kanker di usia tua berkurang sebanyak 50 persen bila mengonsumsi bawang putih secara rutin.

Sementara itu, di negara Asia seperti Jepang atau China, bawang putih bisa dikonsumsi tanpa harus ditumbuk halus atau dirajang seperti kebanyakan bumbu di Indonesia. Di mana satu siung bawah putih tinggal dibakar di atas api atau langsung dikudap tanpa racikan lain, untuk menambah rasa masakan. Kalau sudah begini, jangan tanya bau yang ditimbulkan sesudahnya. Namun selain sebagai penyedap masakan, bawan dapat mengurangi dampak buruk dari lemak. Itu sebabnya bawang putih tetap menjadi pilihan utama setiap makan dan memasak.

Konsumsi bawang putih ini tentu saja harus diimbangi dengan gaya hidup yang sehat seperti mengurangi makanan yang mengandung lemak atau kolesterol tinggi, banyak olahraga, beristirahat serta mengonsumsi makanan yang kaya akan nutrisi.

Otak Wanita Lebih Efisien

Sekarang, di ranah modern, pola dan gaya hidup sudah sedemikian mengutamakan kesetaraan gender. Di awal-awal kehidupan modern jenis pekerjaan sudah terpilah-pilah.

Kita mengenal ada pemilahan gender untuk jenis pekerjaan seolah pekerjaan punya jenis kelamin. Jenis pekerjaan sekretaris itu bagian perempuan, lelaki kurang pantas memilihnya. Jenis pekerjaan mekanik tentu milik dunia lelaki, tak pantas buat perempuan.

Namun, sekali lagi, karena gerakan kesetaraan gender selain emansipasi, pemilihan jenis pekerjaan lalu melintasi kodrat biologis. Pilihan pekerjaan lintas gender inilah yang ikut menambah risiko kedua gender untuk sakit dan mati muda.

Harus diakui, kemampuan matematis rata-rata lelaki lebih dari wanita, sehingga jenis pekerjaan yang berkaitan dengan pemanfaatan kemampuan matematis, mestinya rata-rata lelaki lebih unggul dibanding wanita. Di bidang ini rata-rata wanita lebih berisiko untuk celaka.

Otak lelaki lebih besar dari otak wanita. Begitu juga untuk semua nilai standar fisiologis, sel darah, besar tulang, sebagaimana kodrat biologisnya, lelaki berada di atas wanita . Rata-rata wanita tentu kalah bersaing bergumul di lahan jenis pekerjaan yang secara biologis lelaki lebih unggul. Itu berarti di lahan yang melampaui kodrat biologisnya, wanita lebih berisiko dibanding lawan jenisnya.

Sebaliknya, wanita punya keunggulan biologisnya sendiri. Kendati ukuran otaknya lebih kecil, cara kerja otak wanita lebih efisien. Belahan otak kanan dan otak kirinya bekerja secara simultan.

Feeling Lebih Tajam

Andai belahan otak dominannya (otak kiri) melemah atau terganggu, pada kasus stroke, misalnya: belahan sisi lain dapat menggantikan tugasnya. Jembatan belahan otak kiri dan otak kanan pada wanita terbentuk sempurna, sehingga kerja otak kanan dan otak kiri saling menunjang. Hal itu tidak terbentuk pada kaum pria. Itu sebab kasus stroke pada wanita lebih ringan akibatnya dibanding kalau terjadi pada lelaki.

Lebih dari itu, otak wanita juga punya kemampuan lebih dalam berbicara, menangkap segala sesuatu yang tak tertangkap oleh indra. Nuansa nalurinya lebih tajam dibanding lelaki. Oleh karena itu, adil jika kaum suami yang rata-rata lebih cepat dalam mengambil keputusan minta pendapat istri dalam hal-hal yang tak tertangkap oleh indra.

Wanita mampu menangkap isyarat melampaui kemampuan pancaindranya. Mampu menangkap apa yang ada di balik ucapan. Wanita punya feeling yang lebih tajam. Wanita juga memiliki serabut saraf yang lebih halus dan majemuk dibanding milik kaum Adam.

Untuk jenis pekerjaan yang perlu ketelatenan, kesabaran, kekhusukan, wanita umumnya lebih unggul. Itu sebab jenis pekerjaan sejenis perawat, tergolong jenis pekerjaan yang sangat biologik buat kaum Hawa, dan kurang biologik bagi kaum Adam.

Wanita oleh karenanya umumnya juga lebih tahan menghadapi goncangan hidup. Mereka lebih tabah, sedang kaum Adam umumnya lebih gampang pecah (fragile), kurang tahan banting.

Kita melihat gangguan jiwa lebih sering merundung kaum Adam dibanding kaum Hawa, terlebih ketika dunia penuh dengan krisis kehidupan.

Bahasa Indonesia akan Ada di Windows Vista

Seperti di Windows XP, antarmuka (interface) bahasa Indonesia akan ditemui juga di sistem operasi terbaru Microsoft, Windows Vista.

Masih ingat Windows XP Starter Edition? Untuk di Indonesia, sistem operasi yang ditujukan bagi pengguna komputer pemula itu, menggunakan bahasa Indonesia sebagai antarmukanya. Sejumlah bahasa lokal juga digunakan seperti bahasa India dan Rusia.

Untuk Vista, Microsoft juga menggunakan bahasa Indonesia pada Vista Starter Edition. "Versi yang secara default menggunakan bahasa Indonesia adalah Starter Edition, seperti halnya Windows XP," kata Hermawan Sutanto, Product Marketing Manager Microsoft Indonesia, saat ditemui di sela-sela acara Vista Boot Camp yang digelar untuk media, di Puncak, Jawa Barat, Selasa (28/3/2006).

Hermawan menjelaskan, sistem operasi untuk pemula ini, juga akan tampil dalam beberapa bahasa, khususnya bahasa-bahasa dari negara berkembang.

Lebih lanjut, Hermawan mengatakan, versi Enterprise juga mendukung bahasa Indonesia. "Yang bisa multi language Vista Enterprise, termasuk bahasa Indonesia," ujar Hermawan.

Vista juga akan hadir dalam versi Ultimate, yang menggabungkan seluruh fitur dari Vista versi konsumer dengan Vista versi enterprise. Oleh karena itu, kemampuan memakai bahasa Indonesia untuk antarmukanya, juga ada dalam versi Ultimate.

Dijelaskan Hermawan, Vista Starter Edition akan muncul satu kuartal setelah hadirnya produk pendukung Vista dari ritel. Saat ditanya soal harga, Hermawan mengatakan, belum ada rilis dari pusat.

Plastik Super-tipis Alternatif Pengganti Silikon

Para peneliti telah mengembangkan plastik super-tipis yang bersifat konduktor atau dapat menghantarkan arus listrik. Temuan ini dapat dimanfaatkan pada pembuatan monitor layar datar dan perangkat elektronika lainnya dengan lebih mudah, mungkin lebih murah.

Sejak lama, para peneliti mencari bahan alternatif pengganti silikon yang banyak digunakan alat elektronika sekarang. Jenis plastik yang disebut polimer kristal cair mungkin salah satu yang dapat dijadikan pilihan. Namun, arus elektronika belum dapat mengalir sesuai kebutuhan berbagai alat elektronika yang dipakai sampai sekarang.

Tim peneliti yang dipimpin McCulloch dari Merck Chemicals di Inggris telah menemukan cara untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan melipat 6 lapis polimer, sifat konduktor jauh lebih baik seperti sifat silikon amorf.

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Materials ini membawa harapan baru pada pengembangan monitor dan berbagai piranti elektronika. Plastik yang menyerupai kertas kaca tipis ini suatu saat dapat menggantikan senyawa kimia yang digunakan untuk membuat layar monitor termasuk label radio frequency identification (RFID).

"Proses produksinya sangat jauh berbeda," kata Michael McGehee, profesor dari Departemen Ilmu dan Teknik Material Universitas Stanford salah yang merupakan salah satu penulis laporan penelitian. Tidak seperti lapisan silikon yang dibuat dengan proses produksi berbiaya tinggi, pembuatan polimer ini hanya dilakukan dengan menyemprotkan polimer cair ke atas permukaan plastik tipis layaknya mencetak tinta di atas kertas dengan printer.